SINCERE Magazine April 2010 Issue

Kim Kibum dan Karir Impian sebagai Aktor
Kibum “Sebenarnya, Saya tidak pintar menyanyi ataupun menari. Tapi ketika saya bekerja bersama teman-teman, semua orang akan mendukung saya dan itu membuat semuanya berjalan mulus.”

Dalam ‘Jumunjin’, Kibum berperan sebagai hantu; sebuah peran mengenai seorang pria yang telah menjadi hantu setelah perpisahannya dengan orang yang dicintainya, hal ini sangat berbeda dengan ‘Flower Boys’*; yang diperankan Super Junior.

Kibum “Saya sangat tertekan dan stress untuk berperan sebagai tokoh utama dalam Jumunjin. Skenarionya sangat rumit dan sulit diungkapkan. Karena ini adalah peran normal, untuk menampilkan ekspresi perasaan normal kepada penonton lebih sulit dibanding harus berperan peran yang kompleks. [Di luar semuanya itu] Saya ingin mencobanya sekali. Untuk menjadi aktor yang baik, kita harus mencoba berperan dalam peran-peran yang sulit, mengikuti mereka yang sudah berpengalaman. [note: maksudnya, belajar dari aktor lain yang lebih berpengalaman], dan mendengarkan nasihat dari senior. Saya percaya aktor yang baik dan sukses pasti memiliki awalan seperti yang saya alami..”

Bagi Kibum, dia tidak debut sebagai penyanyi untuk boy band Super Junior tapi memulai perjalanan karirnya di dunia entertainmen dalam sebuat peran di serial tv ‘April Kiss’, pada usia 16 tahun. Pada waktu itu, akting adalah mata pencaharian, bukan didasarkan karena dia suka melakukannya.

Kibum “Ketika saya di Amerika, hubungan orang tua mempengaruhi studi saya. Jadi, saya mulai berpikir untuk kembali ke Korea dan bekerja sebagai aktor dan mempunyai penghasilan sendiri untuk hidup. Pada waktu itu, Saya tidak berpikir yang lain lagi. Ketika seseorang menawari saya pekerjaan, saya hanya akan bertanya ‘Apakah bayarannya bagus?’ dan sekarang saya berdiri di sini [note: maksudnya, semua itu membuatnya berada pada posisi yang dicapainya sekarang].”
Wawancara mengenai film Jumunjin.

Peran
Kibum “Saya berperan sebagai hantu; seorang yang mengubah dirinya menjadi roh. Kenyataannya, peran ini memiliki sedikit adegan bicara. Lebih banyak yang diekspresikan adalah emosi. Saya harus banyak menjerit dan melolong! (tertawa). Selama pembuatan, skenarionya diubah di 27 bagian. Saya harus menyesuaikan diri dengan perubahan. Sangat menantang.”

Rambut panjang yang kita lihat di Film, apakah itu rambut aslimu?
Kibum “Ya, itu rambut asli. Ketika saya harus memanjangkan rambut, saya jadi lebih mengerti wanita (tertawa). Keramas dan mengeringkan rambut sangat rumit. Terutama saat makan, rambut akan masuk ke dalam mulut saya (tertawa). Mulai sekarang, ketika saya melihat wanita berambut panjang, saya akan berpikir lebih tentang mereka [note: pikiran lebih baik tentang bagaimana para wanita itu telah bekerja keras untuk merawat rambut mereka].”

Bagaimana perasaan kamu terhadap Hwang Bo-ra?
Kibum “Kami bertemu pertama kali dalam ‘Rainbow Romance’. Saya dapat merasakan suasana yang akrab dan intim. Ketika itu, dia memberikan saya buku berisi pesan di dalamnya yang mengatakan ‘Semoga kita dapat kesempatan bekerja bersama lagi’. Kami sekarang bekerja bersama lagi. Kami berdua merasa ‘eh? … kami benar-benar sudah setua ini?’”

Adegan ciuman dengan Hwang Bo-ra
Kibum “Adalah biasa film romantis ada adegan ciumannya (tersenyun). Adegan Bo-ra pelan-pelan berbaring. Saya dan Bo-ra mendekat ke masing-masing pelan-pelan, lalu berciuman. Jika kamu ingin melihat adegan ini, silakan tonton ‘Jumunjin’.”

Ketika Kim Kibum jatuh cinta [note: pewawancara merujuk pada peran Kibum dalam Jumunjin, bukan pribadi.]
Kibum “Bahkan sebagai hantu, tapi hantu yang memiliki hati [dapat juga diartikan memiliki perasaan]. Dalam beberapa adegan mereka memperlihatkan (dalam film) saya sensitif [dapat juga diartikan memiliki sisi baik] seperti manusia normal. Jadi, semuanya, jangan meremehkan hantu. Mereka tahu bagaiman mencintai (tertawa).”

Adegan paling favorit dan berkesan
Kibum “Adegan ketika hantunya menyembunyikan dirinya dalam air. Biasanya saya suka bermain dalam air. Tidak pernah terpikir saya akan (berkesempatan) merendam diri saya sepanjang syuting. Saya sangat semangat (tertawa). Itu adalah adegan yang paling saya suka dan berkesan.”

Hal paling sulit
Kibum “Pakaiannya. Saya hanya punya dua baju untuk dipakai di sepanjang film. Selama syuting, udaranya sangat dingin. Hantu seperti saya harus memakai bahan yang tipis. Sangat mudah terkena flu, jadi saya harus sering minum obat. Tapi saya masih lebih baik dibanding Bo-ra. Ada adegan dia harus berlari. Dia terjatuh dan terluka. Udara yang dingin membuat lukanya semakin sulit untuk cepat sembuh. Saya beruntung tidak terluka; jika tidak, akan sangat parah untuk kedinginan dan juga terluka. ”

Perasaan mendapatkan peran utama pertama kalinya
Kibum “Tentu saja, kamu pasti sangat bahagia dan bersemangat untuk (mendapat peran utama) pertama kalinya. Meskipun tanggung jawabnya lebih besar dibanding ketika saya menjadi pemeran pembantu, ini adalah hal yang ditunggu-tunggu. Saya memberi yang terbaik untuk hal ini dan saya harap responnya akan baik dan tidak kurang dari yang saya harapkan. Ini terserah pada fans seberapa mereka akan mendukung film ini (tersenyum)”

Setelah ‘Jumunjin’, apa yang kau lakukan?
Kibum “Setelah syuting Jumunjin berakhir saya mendapat peran dalam drama pertama saya ‘A (Middle) Nap’ oleh sutradara Heo Jinho. Ceritanya mengenai cinta dan kehidupan seorang pria paruh baya dan seorang wanita. Saya berperan sebagai ‘Han Young Jin’; peran utama selama masa remaja. Saya merasa stress dengan pekerjaan ini, karena dalam drama, kita harus berakting natural tapi saya akan melakukan yang terbaik.”

Bagaimana rencana kamu dalam karir berakting?
Kibum “Saya mau terus melanjutkan menggali pengalaman dalam berakting. Sekarang ini, kualitas akting saya belum begitu bagus. Akting saya masih sering terkena ‘Cut’ [note: kata-kata ‘cut’ dari sutradara ketika kita tidak berperan dengan baik.]. Saya tertekan dengan pekerjaannya. Ini menunjukkan bahwa saya belum cukup profesional. Saya akan terus berkarir dalam bidang ini sampai saya mahir dan diterima oleh fans.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: